PlanetBox!


How cool is this?? I just found out about PlanetBox, a stainless steel lunch box for kids, and I'm so excited I just had to break my bloggy silence and post something about it! Finally, it looks like someone's getting it just right!

If I had to design a lunch box, this is what I would create -- it's got the bento-style compartments I love so much in the Laptop Lunch System, but in food-safe, eco-friendly stainless steel, and without so many separate containers to keep track of. One section is the perfect size for a sandwich or bagel, it's got lidded containers for messier items, and the portion sizes look perfect for kids and maybe even some adults (not me, though -- I gotta stick with To Go Ware for my big, big salads!)

If you visit their website, watch the video and note the spiffy magnets for decorating, and how the carrying case includes outside compartments for a water bottle and snack (I would have loved a separate place for a snack when my son was in first grade and had snack and lunchtime).

The potential drawbacks I see are dings and dents in the stainless steel(remind your kids to keep it in the carrying case), potential leaks around the edges (not sure how fruits like melon will keep from leaking into the other sections), and the considerable cost. If anyone wants to get one and try it out, let us know how it goes!

Tips Lepas Botol Susu (DOT)

Hai bunda... Apa kabar si baby? Udah gede tapi sulit ya buat ngilangin kebiasaan ngedot? Memang sulit bunda, tapi demi buah hati kita, harus diusahakan Berikut ini saya akan berbagi tips melepas botol susu (dot) untuk bunda semua :
tips lepas botol susu (dot)
  1. Harus tegas dan tega. Tegas bukan berarti keras lho Bun... Ajak si kecil bicara pelan2. Bahwa ia sudah besar dan tidak butuh dot lagi, dot hanya untuk bayi yang belum punya gigi dll. Berikan pengertian pada si kecil. Harus tega, jangan mudah luluh dengan tangisannya karena hanya akan membuat si kecil jadi orang yang manja.
  2. Latih secara bertahap. Mungkin hari pertama lepas dot, bunda masih bisa memberikannya sekali dua kali tapi selebihnya harus minum dari gelas. Bertahap dari hari ke hari hingga si kecil benar2 bisa lepas dot.
  3. Berikan cara minum yang unik. Misalnya minum pakai sedotan atau pakai gelas yang ada karakter yang lucu. Jika si kecil suka jalan2 ke mol, ajak si kecil belanja gelas sendiri. Biarkan dia memilih gelas yang dia sukai, sambil diajak bicara, nanti kalau sampai di rumah minum susunya pakai gelas yang ia pilih.
  4. Ajak si kecil membuat susunya sendiri dengan gelasnya sendiri, biasanya anak2 akan lebih semangat kalau dilibatkan dalam kegiatan orang dewasa.
  5. Ajak si kecil bermain dengan imajinasi. Seolah2 sedang menghadiri jamuan makan. bunda dengan gelas bunda, si kecil dengan gelasnya.
Walaupun sangat sulit tapi harus tetap diusahakan lepas dot, karena tak mungkin kita membiarkan buah hati kita ngedot sampai dewasa. Kalau kita tegas sekarang bukan berarti kita tak sayang melainkan kita sangat menyayanginya. Karena akan baik untuk kedepannya. Selamat mencoba, semoga Berhasil....

Anak Alergi Karena Susu Formula

Mungkin ada sebagian dari anak Bunda yang mengalami gejala diare, muntah, kemerah-merahan pada kulit setelah beberapa saat meminum susu formula. Hati-hati Bunda.., bisa jadi itu adalah tanda anak anda sedang mengalami alergi susu formula. Seperti apa gejala persisnya? Simak penjelasan berikut ini.
alergi susu formula
  1. Muntah. Perhatikan dengan baik anak Bunda setelah minum susu formula. Ada anak yang langsung memuntahkannya atau muntah dengan sendirinya. Ada kemungkinan anak Bunda masih belum mampu menelan susu formula, dalam arti kata memang ada beberapa anak yang lambungnya belum kuat diberi susu formula. Alergi susu formula ini kata Dr Aditya Suryansyah, SpA dari RSAB Harapan kita, Slipi-JakBar, dikarenakan anak belum mampu mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, misalnya: susu sapi, telur atau ikan laut. Solusinya bila anak alergi susu formula misalnya susu formula berbahan dasar susu sapi, dapat diganti susu yang berasal dari kedelai (susu hipo alergi).
  2. Diare. Bagi anak yang mengalami diare setelah meminum susu formula, dimungkinkan anak tersebut saluran pencernaannya belum mampu melakukan metabolisme sempurna terhadap unsur karbohidrat dalam susu. Pada orang dewasa metabolisme yang tidak wajar hal ini terjadi pada usus besar.
  3. Kulit kemerah-merahan. Jika anak bunda mengalami kulit kemerahan atau bahkan muncul bintik-bintiknya setelah mengkonsumsi susu formula, segeralah berkonsultasi ke dokter, agar sakitnya tidak semakin parah, apalagi sampai menyebabkan infeksi kulit.
Lantas bagaimana memberikan susu formula, sementara anak tidak mau minum ASI atau ASI tidak terproduksi dengan baik?
  1. Cobalah memberikan susu formula secara bertahap (mungkin bisa di coba dalam rentang waktu 1-2 hari) dan dalam jumlah yang sedikit, jangan langsung dalam jumlah yang banyak. Jika muncul gejala yang tidak wajar, sebaiknya segera hentikan pemberian susu formula tersebut.
  2. Perhatikan cara penyajiannya. Cara penyajian susu formula yang baik adalah: larutkan susu formula pada air matang (suhu sekitar 70 derajat C- air sebelumnya telah didihkan), pergunakan takaran yang sesuai pada petunjuk, sisa susu yang telah dilarutkan tadi, jangan diberikan lagi ke anak setelah 2 jam, karena ini sangat rawan oleh kontaminasi bakteri dan jamur dalam susu.

Perawatan Payudara Agar ASI Banyak

produksi asi
Saat masa kehamilan kebanyakan calon ibu lupa dengan apa yang seharusnya dilakukan supaya nanti setelah melahirkan semuanya berjalan lancar. Salah satu diantaranya adalah masalah ASI.
Banyaknya air susu dan bagusnya kualitas susu harus dibentuk sejak masa kehamilan. Menjadi hal yang salah jika kita berfikir bahwa air susu yang baik didapatkan begitu saja setelah bayi lahir. Semua itu telah diproses sejak masa kehamilan. Saat perawatan pada masa kehamilan kurang tak jarang ketika bayi sudah lahir air susu tidak keluar.
Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut ini agar memperoleh air susu yang banyak :
  1. Pada masa kehamilan perawatan payudara menjadi hal yang sangat penting. Karena ASI dihasilkan dari payudara. Perawatan ini dimaksudkan untuk merangsang kelenjar susu agar memproduksi air susu yang banyak. Diusia kehamilan 1-3 bulan memijit puting susu secara perlahan dapat membantu puting susu menonjol keluar. Selanjutnya diusia 4-9 bulan perawatan bilakukan dengan memijit payudara minimal 10 menit per hari dengan minyak kelapa. Jika ini dilakukan maka bisa merangsang kelenjar susu agar berproduksi dan juga bisa membersikan kotoran yang mungkin ada pada payudara dan puting susu. 
  2. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hindari mengkonsumsi makanan instan atau makanan yang banyak bahan kimianya. Makanan yang berprotein tinggi juga harus dikonsumsi. Selalu konsumsi sayuran dan buah. 
  3. memperbanyak air susu ibu
  4. Mengkonsumsi susu khusus ibu hamil juga bisa membantu produksi air susu yang banyak. Karena susu ibu hamil banyak mengandung zat-zat mendukung kerja payudara. Sehingga setelah melahirkan, air susu yang diproduksi bisa keluar banyak dan bagus

Bean Chili with Zucchini

I'm having fun with my new lunch boxes. The insulated stainless steel bowl is topped by a small plate before you put the lid on -- just the perfect size for freshly-made corn tortillas from the Mexican grocery!

I warmed the tortillas and layered them with damp paper towels, then filled the bowls with two hot servings of Bean and Vegetable Chili made with extra zucchini and sprinkled with fresh cilantro.

I brought this lunch to my girlfriend who was reading palms at the psychic fair and we ate our little picnic together. We got lots of ooh and aahs at the cuteness of our lunch boxes and how yummy our healthy lunches looked!

Broccoli Piccata

I never thought I would actually CRAVE broccoli, but it's true! I've been craving Broccoli Piccata, steamed broccoli with lemon and capers from my first book. I made it more "Fuhrman-Friendly" by leaving out the oil and salt.

At mealtime I tossed the broccoli with my salad, hummus, and crunchy walnuts.

Golden Austrian Cauliflower Soup

One of my favorite soups of all times! I first heard about Golden Austrian Cauliflower Soup on Dr. Fuhrman's Member Center Forum, where people were raving so much I just had to try it. I've been making it ever since; it's creamy and cauliflowery, with a touch of sweetness from carrot juice so you really don't miss the salt at all.

I like to sprinkle my soup with Perfect Pepitas, a recipe from my first book Vegan Lunch Box. I packed my pumpkin seeds in the plate that fits on top of the bowl in my new lunch box, with fresh pineapple on the side.

Zigie Zag PUL 2 Layer

Pampers Cloth Diapers_Pelangi
Zigiezag diapers merupakan popok kain yang berkantong, memerlukan insert saat pemakaian pada bayi anda. Diapers ini bisa menggantikan pampers/popok sekali pakai yang biasa dipakai pada bayi. Namun diapers ini lebih aman dan hemat. Aman karena terbuat dari bahan dengan kualitas baik yang dapat menyerap pipis dan permukaan diapers tetap kering sehingga baby anda bebas ruam. Hemat karena bisa dicuci dan dipakai kembali.


Motif yang tersedia :

Pampers Cloth Diapers_Pink

zigiezag 2 layer dengan 2 lapisan :

1.      Lapisan inner zigiezag
Terbuat dari bahan suede cloth yang sangat lembut dan mudah menyerap air. Karena daya serapnya tinggi hal ini akan membuat permukaan inner tetap kering sehingga baby anda bebas ruam.
2.  Lapisan outer zigiezag
Lapisan outer terdiri dari bermacam – macam bahan diantaranya cotton, polyester ataupun konbinasi keduanya. Dan juga dilapisi bahan waterproof  yang dapat meminimalkan kebocoran.
Pampers Cloth Diapers_Coklat

Pada zigiezag diapers 2 layer kini lapisan waterproofnya telah menggunakan bahan PUL (Polyurathane Laminate). Jadi lapisan waterproofnya diganti dengan lapisan waterproof PUL. PUL atau Pulyurethane Laminate adalah sejenis plastik film atau lapisan waterproof Polyurethane dengan ketebalan 1 mm yang sudah dilaminasi pada lapisan outer diaper.


Harga :
Pampers Cloth Diapers_Hijau
Diapers only : Rp.45.000

Insert only :
- Lite mikro fiber : Rp. 33.000
- Super mikro fiber : Rp. 50.000

Paket diapers + insert :
- lite Mikro fiber : Rp. 68.000
- Super mikro fiber : Rp. 80.000



Bagi yang berminat bisa menghubungi : 021 919 66037 mama rama

kondisi bayi baru lahir

new born baby
Bayi yang baru lahir akan mengalami banyak hal. Tak heran jika kebanyakan orang tua akan panih dengan apa yang dialami bayinya apalagi untuk kelahiran anak pertama. Masalah yang biasa dialami bayi ada membuat orang tua panik mulai dari bayi kuning, infeksi tali pusat, bayi menangis dan lain lain.
Sebenarnya, masalah-masalah tersebut wajar dialami bayi yang baru lahir dan semua bayi mengalaminya. Hal ini pun bisa hilang dengan sendirinya. Anda perlu tau cara yang tepat untuk menangani masalah-masalah tersebut, agar anda tidak mudah panik saat mengasuh bayi anda.

Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu anda :


1. Kulit Bayi Kuning
Penyakit kuning biasa dialami oleh bayi yang baru lahir, karena bilirubin mereka terlalu banyak dalam darah. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati.Masalah ini akan menyebabkan bayi menguning di bagian mata dan kulit.

Masalah ini umum terjadi pada bayi baru lahir, hal ini mempengaruhi 80% bayi lahir dalam satu minggu pertama hidup mereka. Hal ini menyebabkan menguning di bagian kulit dan mata. Biasanya pada hari keriga atau keempat kuning ini akan masih terlihat jelas dan akan hilang pada hari kejutuh atau kesepuluh.

Penyakit kuning tidak berbahaya, untuk mengatasiya bayi harus dijemur di bawah terik matahari secara rutin. Bayi dijemur selama 15-20menit, dengan sinar matahari antara jam 7-9pagi. Memberikan ASI terus menerus dan sinar matahari akan menjadi obat yang sederhana, yang bisa membantu ekskresi bilirubin melalui urin. Pengobatan yang lain bisa dilakukan dengan fototerapi. Fototerapi dilalukan juka bilirubin sangat tinggi.

2. Mata Sulit Dibuka
Setelah lahir, kebanyakan bayi akan mengalami kesulitan membuka mata. Sering juga terlihat kotoran kekuningan yang mengental di matanya. Hal ini disebabkan karena adanya penyumbatan saluran air mata. Untuk membantu membuka matanya, kita bisa membersihkannya dengan hati-hati. Untuk menghindari infeksi, rendam kapas steril dalam air mendidih dan hangatkan lalu gunakan untuk membersihkan matanya. Pisahkan kapas mata dengan kapas pembersih kotoran bayi, JANGAN PERNAH MENCAMPURNYA.

3. Infeksi Tali Pusat
Bayi yang masih dalam rahim ibu, mendapatkan suplay makanan dan oksigen melalui tali pusat. Saat lahir, tali pusat akan dipotong. Dan bayi pun tidak dapat bergantung lagi pada tali pusat untuk menyuplay makanan.
Saat perawatan tali pusat setelah dipotong harus dilakukan dengan hati-hati. Area ini harus selalu kering dan bersih agar tidak terjadi infeksi. Jangan menutupi dengan popok, kain atau menggunakan bedak untuk mengeringkannya. Karena bedak belum tentu steril, dan bisa membuat infeksi tali pusat. Potongan tali pusat akan karing, mengkerut dan rontok dalam waktu kurang dari satu bulan.


4. Muntah
Saat bayi kelebihan lendir di perutnya, bayi akan muntah atau yang sering disebut gumoh. Jangan panik, karena ini biasa terjadi pada bayi. Saat bayi sering gomuh, berilah ia makanan dalam porsi kecil, namun sering. Setelah mengkonsumsi ASI usahakan agar bayi bisa bersendawa. Sendawa bisa membuatnya lebih lega dan mengurangi intensitas gumoh.

Jika muntahan bayi disertai dengan demam yang berkelanjutan, segera bawa bayi anda ke dokter. Jaga kondisi bayi agar tidak dehidrasi. Berikan bayi anda asupan cairan yang cukup.


5. Bayi Kolik
Bayi yang menangis selama berjam-jam atau yang sering disebut kolik merupakan hal yang wajar. Hal ini terjadi karena saat bayi mengambil nafas, bayi memelan udara. Udara masuk ke perut dan terus ke usus, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit. Buat bayi agar bersendawa, jangan memberikan obat apapun karena kondisi ini hanya sementara.

Udara yang tertelan bisa terbawa oleh sendawa, hal ini akan memberikan rasa nyaman pada bayi. Setelah mengkonsumsi ASI biasanya bayi akan sering bersendawa dan cegukan, jangan panik akan hal ini. Bayi akan berkurang sendawanya saat berusia tiga bulan.

Selain hah-hal diatas, seringkali bayi berketombe atau yang serign disebut ‘cap cradle’ orang jawa menyebutnya ‘silo karang’. Ketombe ini sulit dihilangkan dan berbentuk serpih putih atau kekuningan dan berkerak. Ketombe ini tidak berbahaya, jadi anda tidak perlu khawatir. Mencuci rambut dan penggunaan minyak tidak perlu dibatasi, karena ‘cap cradle’ akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi.

Pampers Cuci Ulang (Kancing 3)

Celana sistem lampin atau yang sering disebut diapers ini terbuat dari bahan katun dan plastik jassbaby. Bahan ini sangat lebut dan aman untuk kulit bayi dan anak-anak. Diapers ini bisa dicuci dan dipakai kembali sehingga sangat ramah lingkungan, berbeda dengan pampers sekali pakai, yaitu:
    • Bagian dalam mengandung plastik jassbaby (sangat lembut, aman  bagi kulit bayi dan anak),
    • Lampin mengandung busa penyerap air pipis,
    • Ramah lingkungan,
    • Tidak mengandung bahan kimia (tdk pakai gel),
    • Mudah digunakan : pasang lampin di atas lapisan celana,
    • Jauh lebih hemat dikantong dibanding pampers sekali pake'
    Size, ready stock:
    S   : Bayi baru Lahir (0-7 kg)
    M  : 6 bulan (7-10 kg)
    L   : 9 bulan (11-13 kg)
    XL : s/d umur 2 thn (14-16 kg)

    Detil produk :
    • Celana plastik 1 bh, lampin 1 bh 
    • Merahmuda, biru atau kuning. 
    • Model : 3 kancing, cocok untuk anak baru lahir (new born)
    Tips untuk penggunaan pertama: 
    Pampers Bayi Cuci Ulang
    • Masukkan insert kedalam kantung diapers,
    • Sebelum pemakaian pertama, disarankan untuk mencuci dan mengeringkan sebanyak 3 kali, ini untuk mengkondisikan daya serap bahan,
    • Usahakan untuk tidak mencuci dengan pewangi, pelembut dan atau pemutih,
    • Bahan diapers biasanya tidak tahan dengan panas, dianjurkan diapers tidak disetrika karena dikhawatirkan menurunkan daya serap bahan.

    Okra & Lima Bean Masala

    Excitement! Time to introduce a brand new lunch box!

    I love my To-Go Ware tiffins and use them almost every day to pack our lunches for work, but lately I've been packing more hot foods like soups and stews. The tiffins are perfect for big salads and cold foods, but now I wanted something with a tight lid that wouldn't leak that would keep my food warm until lunch time -- something like the wide-mouth insulated container I bought a couple years ago, but a bit larger and made from stainless steel.


    I found one! And with a cute green apple handle, too! I ordered our two new thermal stainless steel double-walled lunch boxes just a couple weeks ago from Dino Direct, but they aren't on their website at the moment. This one looks similar.


    For their inaugural voyage to lunchtime I filled them both with Okra and Lima Bean Masala from FatFree Vegan Kitchen. This is one of my favorites to make at the end of the week when fresh produce is running short but I'm not ready to go to the grocery store; I steam-saute a sliced onion with Indian spices, then add a bag of frozen okra, some frozen lima beans, and two cans of diced tomatoes.

    Kesalahan yang Bisa Bahayakan Anak

    Mendidik Anak
    Saat buah hati bunda hadir di tengah-tengah keluarga, perasaan bangga, bahagia dan cemas pasti bercampur aduk dalam hati. Sangat membanggakan memang saat kita menjadi orangtua baru. Dan sudah tentu ayah dan bunda inginkan si kecil mendapatkan yang terbaik. Terkadang, kita sebagai orangtua baru masih terkaget-kaget saat melihat kebiasaan si kecil. Bukannya memberikan yang terbaik, bisa jadi bunda malah melakukan kesalahan.  Berikut ini beberapa kesalahan yang biasa dialami orangtua batu beserta solusinya. Semoga bermanfaat Bun…

    Khawatir tentang Menangis
    Saat si kecil menangis adalah merupakan sinyal. Jangan panik jika jika si kecil menangis, lihat apakah si kecil haus, lapar, ngompol atau buang air besar. Namun, jika dalam satu jam bayi tak kunjung diam setelah ditenangkan, mungkin ada hal yang membuat bayi bunda tak nyaman. Segera berkonsultasi dengan dokter anak.

    Melupakan Perawatan Mulut
    Walaupun masih bayi dan belum memiliki gigi, mereka tetap memerlukan perawatan mulut.  Gunakan kain bersih berbahan lembut dan usapkan dengan lembut pada gusi bayi. Hindari memberi susu dengan botol di tempat tidur. Karena botol bisa merusak rongga mulut. Saat bayi sudah mulai tumbuh gigi, gunakan sikat gigi lembut untuk membersihkan giginya.

    Merusak Waktu Tidur Bayi
    Bayi yang baru lahir akan lebih banyak tidur dibandingkan terjaga. Baik siang maupun malam. Tidak dianjurkan untuk membangunkan bayi secara paksa. Biasanya bayi akan bangun sendiri jika menginginkan ASI atau merasa lapar. Kebiasaan bayi yang mengkonsumsi ASI, akan tidur sepanjang malam, dan akan terbangun saat membutuhkan ASI. Jadi, jangan pernah mengganggu waktu tidur si kecil dengan cara membangunkannya. Biarkanlah ia tidur dan bangun sendiri.

    Bertengkar dengan Pasangan di Depan Anak
    Dalam urusan mengurus anak, ayah dan bunda adalah sebuah patner. Untuk itu selalu usahakan, apapun keputusan yang diambil untuk sang bayi hendaknya merupakan keputusan bersama. Dan jangan pernah berdebat di depan si bayi. Kebanyakan bayi akan stress saat melihat orang tuanya bertengkar. Walaupun masih bayi tetap bisa mengalami stress.

    Mudah Panik
    Ibu baru biasanya mengkhawatirkan bayinya saat sang bayi menangis, terlalu banyak buang air dan muntah. Jika hal itu terjadi, jangan langsung panik, bunda…
    karena setiap bayi pasti mengalami kondisi-kondisi tersebut.Yang patut bunda khawatirkan adalah saat hal-hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus. Sebelum kondisinya makin parah, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.

    Timing Bringing the baby to the doctor

    Being a natural thing when parents pay attention to the baby as a form of love Sanyang. But sometimes a lot of parents who have excessive anxiety when her baby to experience something unusual.Baby terjadinpada problems that often occur, for example cries long enough, the body temperature rises and decreased arousal eating can sometimes be a normal thing.  

    But, we need to know when !. 
    The thing to worry about and when we as parents need the help of a doctor. The instinct of a woman as a mother can be used to determine when the right time baby needs medical help. Kasihkut these are the things that need to be parents, when will take a decision for the baby :

    Timing Bringing the baby to the doctor





    Not passion eating 

    Babies who feel hungry so varied a mark-tkamunya. But when the baby loses his eating passion in a long time, the chances of the baby suffered from health problems he feels. As orangtau we need to be vigilant.
    Unusual crying 

    Your baby suddenly cries longer than usual and the baby are not willing to be silent when you are entertaining in the usual way. Usually a baby you feel unwell. Please love mild fever medication before taking him to the doctor. But, if it makes you look listless babies and more difficult to control should be taken to the doctor. However, when the baby is not crying but her face sad and lackluster. Note the condition of his body carefully. You can bring your baby to the doctor to find the cause, when these conditions occur in a long long time.

    Difficulty breathing 

    When your child having trouble berenafas and tightness, immediately take the child to the doctor. Do not delay too long.

    Timing Bringing the baby to the doctor






    Fever 

    Not all types of fever in infants alarming, although fever in babies is a sign that the child was sick. Sometimes the baby had a high fever but only a symptom of the flu, but sometimes may experience a mild fever but a symptom of serious illness.

    When the little fever, do not rush him to the doctor, take note also is there any other symptoms that accompany it. But when the child a fever above 37 degrees Celsius within 2-3 days of fever was also down immediately take the child to the doctor. Becomes very important to remain calm when caring for the child. Therefore, when the tranquility of a mother caring for her child who had fever can make the baby feel comfortable and you can take the right decision unyuk your baby.

    Bayi Bunda tak Mau ASI…?


    Menyusui
    Air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi, tidak ada makanan lain yang dapat menggantikan kandungan nutrisi dari ASI. Terkadang pada saat proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) kebanyakan bayi baru lahir tidak mau menyusu dan belum kenal puting susu ibunya. Jika bayi anda mengalami hal ini sesaat setelah dilahirkan jangan putus asa. Usahakan terus memberikan ASI pada bayi anda.
    Mengenalkan puting susu pada bayi bukan hanya melalui IMD, hal ini harus dilakukan sesering mungkin. Kebanyakan ibu cepat putus asa saat bayinya
    tak juga mau ASI. Sangat penting bagi ibu hamil dan para wanita yang sedang merencanakan memiliki bayi, menambah pengetahuan tentang ASI, agar dikemudian hari tidak panik saat menghadapi bayi yang tak mau menyusu.
    Ada lima perilaku bayi sebelum berhasil menyusu yang bisa anda kenali :

    Perilaku pertama
    Dalam fase ini bayi hanya diam tak bergerak dan sesekali membuka matanya lebar-lebar. Biasanya bayi dalam fase diam siaga setelah lahir, dalam 30 menit pertama. Fase diam siaga merupakan penyesuaian keadaan dalam kandungan dengan keadaan di luar kandungan.

    Perilaku kedua
    Fase kedua, bayi mulai mengeluarkan suara, menggerakkan mulut seperti mau minum, menjilat dan mencium tangannya yang basah karena cairan ketuban. Fase ini terjadi dalam 30-40menit berikutnya. Bau tersebut sama dengan bau cairan dari payudara ibu. Rasa dan bau tersebut akan membimbing bayi mulai menemukan puting susu dan payudara ibu.

    Perilaku ketiga
    ASI Eksklusif
    Fase ketiga, bayi mulai merayap bergerak munuju payudara, perut ibu ditendang-tendang kaki bayi. Bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menghentak-hentakkan kepalanya ke dada ibu sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikutnya tangan bayi akan mulai menyentuh daerah putting susu ibu.

    Perilaku keempat
    Berikutnya bayi secara naluirah akan mengeluarkan air liur saat mencium cairan yang dikeluarkan payudara ibu.

    Perilaku kelima
    Saat bayi mulai menemukan putting susu, bayi akan menjilat, mengulum puting, membuka mulut lebar-lebar dan menempet dengan baik pada putting susu ibu. Jangan panik, saat bayi tak juga mau menyusu setelah IMD. Meskipun tanpa makanan lain ataupun ASI, bayi baru lahir bisa bertahan selama 3 hari.
    Jadi, jangan panik dan gegabah memberikan susu formula, karena bayi masih mempunyai cadangan energi. Walaupun efeknya kulit bayi menjadi kuning. Hal seperti ini wajar.

    Switching Lunch & Dinner

    Sometimes it's a struggle finding time to work, shop, cook, clean, and still make it to the gym and have some time to relax. Planning meals and cooking when I get home has been especially hard; usually I'm starving and tired by the time I make it home and just want dinner to be ready.

    So lately I'm trying something new: swapping out lunch and dinner. Instead of the usual big salad, I've been making a pot of soup and cooked veggies on Sundays and packing them for lunch. When I get home I fix my big daily salad for dinner.

    So far this new routine is working splendidly! My lunch is warm and filling, which means less temptation to eat all the free goodies in the office kitchen, and my salad doesn't need a lot of prep work when I get home, so it's ready fast.

    Today I packed an old favorite, Dr. Fuhrman's Creamy Asparagus Soup, half a baked carnival squash, and a pretty pear. (Look, it still has a leaf on it!)

    Mengajar Bayi Bicara

    Mengajari Bicara
    Bayi dan anak – anak akan belajar mengucapkan kata – kata dan kalimat dari apa yang ayah bunda ucapkan. Mengajak bayi bicara akan merangsang mereka dalam mengenal kata dan kalimat. Jika ayah dan bunda ingin sang bayi cepat pandai bicara, maka ajarkan sejak dini. Bahkan ajaklah bicara sejak ia lahir. Walaupun si anak seolah tak mengerti dengan yang kita bicarakan, akan tetapi meraka mulai belajar mengucapkan kata dan kalimat dari yang kita ucapkan. Berikut ini ada tips bagaimana mengajarkan bayi bicara.


    Kapan bayi mulai bicara?
    Perlu diketahui bahwa bayi jarang berbicara sebelum usia 2 tahun, walaupun ada sebagian bayi yang sudah lancar berbicara sebelum usia 2 tahun. Namun bayi mulai berbicara sebelum usia dua tahun dan yang bisa sikatakan baru satu atau dua kata. Dan ada pula bayi yang sudah pandai mengungkapkan berbagai kata di bawah dua tahun.

    Usia dua tahun adalah rata-rata bayi mulai pandai bicara. Namun, belum sampai dalam taraf  pandai bicara dalam kalimat. Sang bayi pandai berbicara dalam kata-kata tunggal.
    Maka saat mereka mengatakan “mama” atau “papa”, mereka tahu panggilan ini khusus untuk orang tuanya. Saat mereka berkata “da-da” mereka juga tahu apa arti kata yang diucapkannya.

    Ajak bayi berbicara sesering mungkin
    Sebagai orang tua, kita tidak harus ‘bekerja’ keras dalam mengajarkan bayi bicara. Kita hanya perlu mengajaknya berbicara tentang hal-hal disekeliling kita sesering mungkin. Hal ini, akan merangsang sang bayi mengenal berbagai kata. Dan akhirnya meraka mengucapkan kata-kata dengan menirukan kita.

    Anak-anak akan cepat menyerap informasi dengan melihat yang orang lain lakukan dan akan mencoba menirunya. Kata-kata yang sering didengar juga akan mudah mereka tirukan. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus berhati-hati dalam berucap di depan anak kita. Selalu ucapkan kata-kata yang baik-baik, agar lisan sang anak juga berucap yang baik.

    Bukan hanya mengajaknya berbicara, mengajaknya melakukan sesuatu dengan memberikan perintah singkat juga akan merangsang otak sang anak berfikir tentang apa yang harus dilakukannya. Bayi juga akan memahami apa yang kita maksud, dengan isyarat saja tanpa kata.

    Saat si kecil tak kunjung bicara
    Ada sebagian anak yang lebih maju dari yang lainnya, namun ada pula yang lebih lambat dari yang lainya. Jika anak anda tidak kunjung mulai berbicara pada usia dua tahun, maka bersabarlah dan teruslah berusaha.
    Diskusikan masalah tersebut dengan dokter kepercayaan anda, apakah ada alasan perkembangan anak atau alasan medis yang menyebabkan bayi anda tak kunjung berbicara. Mungkin dokter anda akan menyarangkan anda untuk membawa bayi anda kepada ahli terapi bicara sebagai bantuan. Semoga kita berhasil mengajarkan anak-anak kita dengan kata-kata yang baik, sehingga berimbas pada tingkah lakunya yang baik pula.

    Strawberry Salad


    Last night I invited my friends over for a "Happy Healthy New Year Party", to kick off all our healthy eating resolutions with fresh fruits and veggies!

    Here are a few of the yummy dishes I made, starting at the top: Mediterranean Eggplant (from Eat To Live, made without the garbanzo beans) with endive leaves for scooping; blanched green beans with lemon mayonnaise (mix lemon juice, zest, and white pepper with Vegenaise...this one isn't nutritarian but I enjoyed the plain green beans); celery, jicama, and sugar snap peas; and homemade white bean dip with cucumber slices and whole wheat pita bread. Not pictured are a big bowl of roasted carrots and another bowl filled with fresh strawberries and mango slices.

    The party was a lot of fun, with everyone contributing other healthy dishes (one friend brought vegan Hoppin' John with black-eyed peas and mustard greens, perfect for the New Year!), and we all looked silly and got sweaty playing Just Dance on the Wii. Proof that people can still have fun and be social while eating healthfully!

    This morning I made a beautiful lunch with leftovers, although there hardly were any! One friend brought this amazing roasted red pepper hummus, which I packed with cucumber slices for dipping. I sliced strawberries, apple, endive, romaine, and baby spinach for today's salad and topped with pecans and pomegranate balsamic vinegar.