Kesalahan yang Bisa Bahayakan Anak

Mendidik Anak
Saat buah hati bunda hadir di tengah-tengah keluarga, perasaan bangga, bahagia dan cemas pasti bercampur aduk dalam hati. Sangat membanggakan memang saat kita menjadi orangtua baru. Dan sudah tentu ayah dan bunda inginkan si kecil mendapatkan yang terbaik. Terkadang, kita sebagai orangtua baru masih terkaget-kaget saat melihat kebiasaan si kecil. Bukannya memberikan yang terbaik, bisa jadi bunda malah melakukan kesalahan.  Berikut ini beberapa kesalahan yang biasa dialami orangtua batu beserta solusinya. Semoga bermanfaat Bun…

Khawatir tentang Menangis
Saat si kecil menangis adalah merupakan sinyal. Jangan panik jika jika si kecil menangis, lihat apakah si kecil haus, lapar, ngompol atau buang air besar. Namun, jika dalam satu jam bayi tak kunjung diam setelah ditenangkan, mungkin ada hal yang membuat bayi bunda tak nyaman. Segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Melupakan Perawatan Mulut
Walaupun masih bayi dan belum memiliki gigi, mereka tetap memerlukan perawatan mulut.  Gunakan kain bersih berbahan lembut dan usapkan dengan lembut pada gusi bayi. Hindari memberi susu dengan botol di tempat tidur. Karena botol bisa merusak rongga mulut. Saat bayi sudah mulai tumbuh gigi, gunakan sikat gigi lembut untuk membersihkan giginya.

Merusak Waktu Tidur Bayi
Bayi yang baru lahir akan lebih banyak tidur dibandingkan terjaga. Baik siang maupun malam. Tidak dianjurkan untuk membangunkan bayi secara paksa. Biasanya bayi akan bangun sendiri jika menginginkan ASI atau merasa lapar. Kebiasaan bayi yang mengkonsumsi ASI, akan tidur sepanjang malam, dan akan terbangun saat membutuhkan ASI. Jadi, jangan pernah mengganggu waktu tidur si kecil dengan cara membangunkannya. Biarkanlah ia tidur dan bangun sendiri.

Bertengkar dengan Pasangan di Depan Anak
Dalam urusan mengurus anak, ayah dan bunda adalah sebuah patner. Untuk itu selalu usahakan, apapun keputusan yang diambil untuk sang bayi hendaknya merupakan keputusan bersama. Dan jangan pernah berdebat di depan si bayi. Kebanyakan bayi akan stress saat melihat orang tuanya bertengkar. Walaupun masih bayi tetap bisa mengalami stress.

Mudah Panik
Ibu baru biasanya mengkhawatirkan bayinya saat sang bayi menangis, terlalu banyak buang air dan muntah. Jika hal itu terjadi, jangan langsung panik, bunda…
karena setiap bayi pasti mengalami kondisi-kondisi tersebut.Yang patut bunda khawatirkan adalah saat hal-hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus. Sebelum kondisinya makin parah, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.

Timing Bringing the baby to the doctor

Being a natural thing when parents pay attention to the baby as a form of love Sanyang. But sometimes a lot of parents who have excessive anxiety when her baby to experience something unusual.Baby terjadinpada problems that often occur, for example cries long enough, the body temperature rises and decreased arousal eating can sometimes be a normal thing.  

But, we need to know when !. 
The thing to worry about and when we as parents need the help of a doctor. The instinct of a woman as a mother can be used to determine when the right time baby needs medical help. Kasihkut these are the things that need to be parents, when will take a decision for the baby :

Timing Bringing the baby to the doctor





Not passion eating 

Babies who feel hungry so varied a mark-tkamunya. But when the baby loses his eating passion in a long time, the chances of the baby suffered from health problems he feels. As orangtau we need to be vigilant.
Unusual crying 

Your baby suddenly cries longer than usual and the baby are not willing to be silent when you are entertaining in the usual way. Usually a baby you feel unwell. Please love mild fever medication before taking him to the doctor. But, if it makes you look listless babies and more difficult to control should be taken to the doctor. However, when the baby is not crying but her face sad and lackluster. Note the condition of his body carefully. You can bring your baby to the doctor to find the cause, when these conditions occur in a long long time.

Difficulty breathing 

When your child having trouble berenafas and tightness, immediately take the child to the doctor. Do not delay too long.

Timing Bringing the baby to the doctor






Fever 

Not all types of fever in infants alarming, although fever in babies is a sign that the child was sick. Sometimes the baby had a high fever but only a symptom of the flu, but sometimes may experience a mild fever but a symptom of serious illness.

When the little fever, do not rush him to the doctor, take note also is there any other symptoms that accompany it. But when the child a fever above 37 degrees Celsius within 2-3 days of fever was also down immediately take the child to the doctor. Becomes very important to remain calm when caring for the child. Therefore, when the tranquility of a mother caring for her child who had fever can make the baby feel comfortable and you can take the right decision unyuk your baby.

Bayi Bunda tak Mau ASI…?


Menyusui
Air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi, tidak ada makanan lain yang dapat menggantikan kandungan nutrisi dari ASI. Terkadang pada saat proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) kebanyakan bayi baru lahir tidak mau menyusu dan belum kenal puting susu ibunya. Jika bayi anda mengalami hal ini sesaat setelah dilahirkan jangan putus asa. Usahakan terus memberikan ASI pada bayi anda.
Mengenalkan puting susu pada bayi bukan hanya melalui IMD, hal ini harus dilakukan sesering mungkin. Kebanyakan ibu cepat putus asa saat bayinya
tak juga mau ASI. Sangat penting bagi ibu hamil dan para wanita yang sedang merencanakan memiliki bayi, menambah pengetahuan tentang ASI, agar dikemudian hari tidak panik saat menghadapi bayi yang tak mau menyusu.
Ada lima perilaku bayi sebelum berhasil menyusu yang bisa anda kenali :

Perilaku pertama
Dalam fase ini bayi hanya diam tak bergerak dan sesekali membuka matanya lebar-lebar. Biasanya bayi dalam fase diam siaga setelah lahir, dalam 30 menit pertama. Fase diam siaga merupakan penyesuaian keadaan dalam kandungan dengan keadaan di luar kandungan.

Perilaku kedua
Fase kedua, bayi mulai mengeluarkan suara, menggerakkan mulut seperti mau minum, menjilat dan mencium tangannya yang basah karena cairan ketuban. Fase ini terjadi dalam 30-40menit berikutnya. Bau tersebut sama dengan bau cairan dari payudara ibu. Rasa dan bau tersebut akan membimbing bayi mulai menemukan puting susu dan payudara ibu.

Perilaku ketiga
ASI Eksklusif
Fase ketiga, bayi mulai merayap bergerak munuju payudara, perut ibu ditendang-tendang kaki bayi. Bayi menjilat-jilat kulit ibu dan menghentak-hentakkan kepalanya ke dada ibu sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Berikutnya tangan bayi akan mulai menyentuh daerah putting susu ibu.

Perilaku keempat
Berikutnya bayi secara naluirah akan mengeluarkan air liur saat mencium cairan yang dikeluarkan payudara ibu.

Perilaku kelima
Saat bayi mulai menemukan putting susu, bayi akan menjilat, mengulum puting, membuka mulut lebar-lebar dan menempet dengan baik pada putting susu ibu. Jangan panik, saat bayi tak juga mau menyusu setelah IMD. Meskipun tanpa makanan lain ataupun ASI, bayi baru lahir bisa bertahan selama 3 hari.
Jadi, jangan panik dan gegabah memberikan susu formula, karena bayi masih mempunyai cadangan energi. Walaupun efeknya kulit bayi menjadi kuning. Hal seperti ini wajar.

Switching Lunch & Dinner

Sometimes it's a struggle finding time to work, shop, cook, clean, and still make it to the gym and have some time to relax. Planning meals and cooking when I get home has been especially hard; usually I'm starving and tired by the time I make it home and just want dinner to be ready.

So lately I'm trying something new: swapping out lunch and dinner. Instead of the usual big salad, I've been making a pot of soup and cooked veggies on Sundays and packing them for lunch. When I get home I fix my big daily salad for dinner.

So far this new routine is working splendidly! My lunch is warm and filling, which means less temptation to eat all the free goodies in the office kitchen, and my salad doesn't need a lot of prep work when I get home, so it's ready fast.

Today I packed an old favorite, Dr. Fuhrman's Creamy Asparagus Soup, half a baked carnival squash, and a pretty pear. (Look, it still has a leaf on it!)

Mengajar Bayi Bicara

Mengajari Bicara
Bayi dan anak – anak akan belajar mengucapkan kata – kata dan kalimat dari apa yang ayah bunda ucapkan. Mengajak bayi bicara akan merangsang mereka dalam mengenal kata dan kalimat. Jika ayah dan bunda ingin sang bayi cepat pandai bicara, maka ajarkan sejak dini. Bahkan ajaklah bicara sejak ia lahir. Walaupun si anak seolah tak mengerti dengan yang kita bicarakan, akan tetapi meraka mulai belajar mengucapkan kata dan kalimat dari yang kita ucapkan. Berikut ini ada tips bagaimana mengajarkan bayi bicara.


Kapan bayi mulai bicara?
Perlu diketahui bahwa bayi jarang berbicara sebelum usia 2 tahun, walaupun ada sebagian bayi yang sudah lancar berbicara sebelum usia 2 tahun. Namun bayi mulai berbicara sebelum usia dua tahun dan yang bisa sikatakan baru satu atau dua kata. Dan ada pula bayi yang sudah pandai mengungkapkan berbagai kata di bawah dua tahun.

Usia dua tahun adalah rata-rata bayi mulai pandai bicara. Namun, belum sampai dalam taraf  pandai bicara dalam kalimat. Sang bayi pandai berbicara dalam kata-kata tunggal.
Maka saat mereka mengatakan “mama” atau “papa”, mereka tahu panggilan ini khusus untuk orang tuanya. Saat mereka berkata “da-da” mereka juga tahu apa arti kata yang diucapkannya.

Ajak bayi berbicara sesering mungkin
Sebagai orang tua, kita tidak harus ‘bekerja’ keras dalam mengajarkan bayi bicara. Kita hanya perlu mengajaknya berbicara tentang hal-hal disekeliling kita sesering mungkin. Hal ini, akan merangsang sang bayi mengenal berbagai kata. Dan akhirnya meraka mengucapkan kata-kata dengan menirukan kita.

Anak-anak akan cepat menyerap informasi dengan melihat yang orang lain lakukan dan akan mencoba menirunya. Kata-kata yang sering didengar juga akan mudah mereka tirukan. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus berhati-hati dalam berucap di depan anak kita. Selalu ucapkan kata-kata yang baik-baik, agar lisan sang anak juga berucap yang baik.

Bukan hanya mengajaknya berbicara, mengajaknya melakukan sesuatu dengan memberikan perintah singkat juga akan merangsang otak sang anak berfikir tentang apa yang harus dilakukannya. Bayi juga akan memahami apa yang kita maksud, dengan isyarat saja tanpa kata.

Saat si kecil tak kunjung bicara
Ada sebagian anak yang lebih maju dari yang lainnya, namun ada pula yang lebih lambat dari yang lainya. Jika anak anda tidak kunjung mulai berbicara pada usia dua tahun, maka bersabarlah dan teruslah berusaha.
Diskusikan masalah tersebut dengan dokter kepercayaan anda, apakah ada alasan perkembangan anak atau alasan medis yang menyebabkan bayi anda tak kunjung berbicara. Mungkin dokter anda akan menyarangkan anda untuk membawa bayi anda kepada ahli terapi bicara sebagai bantuan. Semoga kita berhasil mengajarkan anak-anak kita dengan kata-kata yang baik, sehingga berimbas pada tingkah lakunya yang baik pula.